Naik Tangga Ngos-ngosan

Naik Tangga Ngos-ngosan

Naik Tangga Ngos-ngosan, Inilah Penyebabnya

Bila disuruh pilih untuk memakai lift dan eskalator atau tangga, banyak orang pasti pilih lift atau eskalator karena kebanyakan orang akan Ngos-ngosan ketika naik tangga. Karena, lift dan eskalator bukan hanya membuat rutinitas beralih dari 1 lantai ke lantai lain bertambah lebih cepat, dan juga gampang.

Sering kita berasa ngos-ngosan waktu kita tergesa-gesa atau waktu lakukan latihan olahraga yang intensif. Tetapi, normal tidak ya jika kita ngos-ngosan dari aktivitas sederhana seperti naik tangga?

Baca Juga: Penyakit Yang Sering Menyerang

Bernapas adalah aktivitas penting yang kita kerjakan tiada sadar dan tiada memikir. Ambil oksigen dari udara dan hembuskan karbon dioksida berlangsung di paru-paru kita.

Bermacam jenis reseptor dalam paru-paru, aliran udara, pembuluh darah, otot dan otak memakai input sensori untuk sesuaikan bagaimana kamu bernapas berdasar yang diperlukan badanmu, menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI)

Banyak orang condong pilih naik lift atau naik eskalator daripada memakai tangga waktu harus naik ke lantai atas. Tetapi saat mau tak mau memakai tangga, mengapa ya berasa gampang ngos-ngosan bahkan juga seakan kekurangan napas?

Menyikapi ini, dokter jantung dari Mayapada Hospital Lebak Bulus, dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA atau yang dekat dipanggil dr Ayu, menjelaskan jika pemicu ngos-ngosan waktu naik tangga ialah minimnya melakukan aktivitas fisik atau olahraga.

“Jadi seberapa banyak nih tingkatnya, jika satu lantai langsung ngos-ngosan bermakna tidak pernah olahraga, berarti jantungnya tidak bekerja secara maksimal jadi perlu olahraga,” tutur dr Ayu.

Namun bila dampak ngos-ngosannya sampai memunculkan napas sesak yang luar biasa karena itu pantas dikerjakan pengecekan pada peranan jantung, sudahkah menurun atau belum.

“Tetapi jika misalkan ngos-ngosan sepertinya berdebar-debar bisa lebih cepat kemungkinan kurang olahraga saja. Dan jika kunang-kunang, kemungkinan oksigenisasi otaknya jadi menyusut. Karena itu harus dilatih jantungnya dengan berolahraga,” anjuran dr Ayu.

Banyak orang berasa rutinitas naik tangga dapat benar-benar melawan secara fisik dan mengakibatkan ngos-ngosan. Namun, sudah pernahkah kamu bertanya, mengapa aktivitas sesimpel naik tangga dapat benar-benar susah, bahkan juga untuk orang yang rajin olahraga?

Dikumpulkan dari situs Runner’s World dan Brightside, berikut pemicu umum ngos-ngosan waktu naik tangga.

Naik tangga adalah rutinitas yang menantang gravitasi

Lari adalah rutinitas gerak maju, tapi rutinitas berjalan naiki tangga mewajibkan kamu bekerja menantang gravitasi. Bila kamu menganalisa pergerakan naik tangga, kamu perlu bergerak secara horizontal sekalian vertikal, yang bermakna kamu harus menggerakkan diri di depan sekalian mengusung beban badan.

Hal yang lain membuat rutinitas naiki tangga memacu ngos-ngosan ialah, tangga memerlukan semakin banyak aktivasi massa otot sebab mengusung lutut semakin tinggi.

Tidak ada pemanasan

Saat sebelum olahraga, umumnya pribadi perlu lakukan pemanasan lebih dulu. Pemanasan saat sebelum olahraga ini penting sebab menyiapkan otot untuk melakukan aktivitas dan memberikan fasilitas saluran oksigen ke otot-otot. Memperoleh oksigen yang cukup buat otot akan tingkatkan elastisitas, kemampuan, dan efektivitasnya.

Rutinitas naiki tangga sesungguhnya sama dengan olahraga yang memerlukan pemanasan. Tetapi, permasalahannya jarang-jarang ada orang yang ingin lakukan pemanasan lebih dulu saat sebelum naik tangga. Mengakibatkan, otot tidak siap untuk lakukan pendakian, yang membuat rutinitas naik tangga berasa lebih melawan.

Memakai otot yang tidak umumnya kamu pakai

Waktu kamu naiki tangga, kamu aktifkan otot glutes. Nah, memakai barisan otot yang tidak terkondisi akan membuat kamu berasa lebih berat waktu naiki tangga.

Ini sebuah ide yang disebutkan spesifisitas training, yang bermakna jika badan sesuaikan dengan tipe dan intensif training yang umumnya kamu kerjakan.

Misalkan, bila kamu terlatih lari jarak jauh, barisan otot yang akan diaktifkan ialah paha depan, paha belakang, dan betis, sebab sisi itu adalah barisan otot khusus yang gerakkan badan di depan. Namun, sebab otot glutes tidak lakukan penyesuaian, jadi kamu kemungkinan masih ngos-ngosan waktu naik tangga walau kamu pakar dalam lari.

Ada permasalahan kesehatan

Ada banyak hal yang perlu kamu cermati bila kamu terus kesusahan bernapas setiap saat naiki tangga. Benar-benar, ngos-ngosan sesudah naiki tangga ialah permasalahan yang dirasakan beberapa orang dan kemungkinan tidak ada yang penting dicemaskan. Tetapi, bila kamu alami ngilu dada, lebam di kaki atau pergelangan kaki, dan batuk, kamu harus mengontak dokter, karenanya bisa saja penanda ada permasalahan kesehatan.

Beberapa permasalahan kesehatan yang kemungkinan mempengaruhi kekuatan pribadi naiki tangga ialah penyakit paru obstruktif akut, anemia, pneumonia, dan asma.

Tidak seperti kardio reguler

Naiki tangga memakai mekanisme energi yang lain dari latihan kardio yang umum dikerjakan beberapa orang biasanya. Itu disebutkan mekanisme energi fosfagen, yang dipakai waktu otot memerlukan banyak energi sepanjang rutinitas periode pendek tetapi intensif. Ada molekul spesifik yang dibutuhkan supaya mekanisme ini bekerja, tapi banyaknya sedikit.

Jadi, lumrah bila kamu berasa bisa lebih cepat kekurangan napas sesudah beraktivitas intensif yang paling singkat, dibanding dengan lakukan sesion kardio yang semakin lama tapi konstan.

dr Sadia Benzaquen, seorang pulmonologis dari University of Cincinnati College of Medicine menjelaskan jika ngos-ngosan waktu naik tangga bukan permasalahan besar, tetapi perlu dicurigai.

Bila kamu benar-benar jarang-jarang memakai tangga, ngos-ngosan benar-benar lumrah kamu alami. “Pada umumnya, saat kamu tidak sedang nikmat tubuh, kemungkinan kamu akan berasa sedikit ngos-ngosan waktu kamu naik tangga,” kata dr Benzaquen, seperti diambil dari SELF.

Pada situs Mayo Clinic, arti klinis dari ngos-ngosan ialah dyspnea, yang pada intinya kamu rasakan sesak di dada, perlu udara, atau dapat sampai berasa mencekik.

dr Benzaquen menyebutkan ngos-ngosan bisa saja sebab kurang olahraga, oleh karenanya dia merekomendasikan lebih teratur olahraga supaya kurangi ngos-ngosan.

Dengan olahraga, sambungnya, otot badanmu bertambah efektif hingga mereka cuman perlu sedikit oksigen untuk bekerja dan menghasilkan sedikit karbon dioksida.

“Saat sebelum kamu teratur olahraga kembali, bukan hal yang jelek untuk ke dokter supaya pastikan jantung dan paru-parumu dalam keadaaan baik,” paparnya kembali.

Bila kamu benar-benar jarang-jarang memakai tangga, ngos-ngosan benar-benar lumrah kamu alami. “Pada umumnya, saat kamu tidak sedang nikmat tubuh, kemungkinan kamu akan berasa sedikit ngos-ngosan waktu kamu naik tangga,” kata dr Benzaquen, seperti diambil dari SELF.

Pada situs Mayo Clinic, arti klinis dari ngos-ngosan ialah dyspnea, yang pada intinya kamu rasakan sesak di dada, perlu udara, atau dapat sampai berasa mencekik.

dr Benzaquen menyebutkan ngos-ngosan bisa saja sebab kurang olahraga, oleh karenanya dia merekomendasikan lebih teratur olahraga supaya kurangi ngos-ngosan.

Dengan olahraga, sambungnya, otot badanmu bertambah efektif hingga mereka cuman perlu sedikit oksigen untuk bekerja dan menghasilkan sedikit karbon dioksida.

“Saat sebelum kamu teratur olahraga kembali, bukan hal yang jelek untuk ke dokter supaya pastikan jantung dan paru-parumu dalam keadaaan baik,” paparnya kembali.

Itu beberapa pemicu umum ngos-ngosan waktu naik tangga. Untungnya, ada langkah yang dapat dikerjakan supaya rutinitas naiki tangga dapat makin gampang, seperti memakai tangga seringkali, latihan lari cepat, melonjak, squat, dan lunge.